5 Batu Cincin Termahal dan Terpopuler di Indonesia

Tahun 2015 ini merupakan tahun yang masih sangat hangat untuk icon batu cincin di Indonesia. Kepopuleran pada tahun lalu masih berlanjut hingga sekarang. Masyarakat lokal maupun internasional tak henti melirik produk batu cincin (gemstone) yang menjadi salah satu kekayaan alam Indonesia ini. Artikel ini akan membahas 5 jenis batu cincin yang harganya melambung menjadi batu cincin termahal karena batu cincin ini memiliki bentuk dan keindahan yang mampu memukau para mata dari penghobi yang mengoleksinya. Harga yang ditawarkan batu cincin ini berkisar antara 5-50 juta rupiah.

Berikut lima jenis batu cincin termahal:

1. Batu bacan (Chrysocolla) 
Merupakan salah satu batu cincin termahal yang berasal dari Pulau Kasiruta, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Batu asli Indonesia ini sudah go Internasional karena tidak hanya dikenal oleh penduduk lokal Indonesia namun hingga mancanegara pun sudah mengenal jenis batu cincin ini. Nama bacan sendiri berasal dari nama pulau dan nama kerajaan di Maluku Utara.

Batu bacan doko

Batu bacan telah mesohorkan nama daerah asalnya ke dunia Internasional. Sebenarnya sudah sejak lama penduduk di kawasan empat kerajaan Maluku (Terante, Tidore, Jailolo, dan Bacan) memanfaatkan keindahan batu yang berasal dari daerah mereka itu sebagai bahan perhiasan. Jenis batu bacan yang berkualitas dan populer secara umum di masyarakat, yaitu bacan doko dan bacan palamea. batu Bacan doko memiliki berwarna hijau tua sementara batu bacan Palamea berwarna hijau muda kebiruan.

2. Batu Cincin Akik Gambar
Batu cincin termahal selanjutnya yaitu batu akik gambar. Batu ini memiliki keistimewaan dilihat dari wujud gambar yang terukir secara alami. Ada beberapa batu akik yang mempunyai gambar menyerupai tokoh, ayam, atau pemandangan. Sehingga dengan keunikan gambar yang semakin membuat pembeli takjub maka semakin mahal pula harga yang ditawarkan.

Batu Cincin Akik Gambar

Batu gambar banyak ditemukan di Pacitan (Jawa Timur), Garut (Jawa Barat), dan Nusa Kambangan. Dan masyarakat meyakini masih banyak lagi daerah penghasil batu gambar di Indonesia yang belum tersentuh oleh kolektor.

3. Batu cincin Kalsedon
Batu cincin ini memiliki beraneka macam warna mulai dari jingga, biru, kuning hingga merah, tapi utamanya adalah warna hijau. Batu permata ini memiliki penampakan seolah-olah seperti diselimuti kabut, sehingga terlihat memiliki cahaya agak buram. Di Indonesia batu akik jenis ini banyak ditemukan di Jawa Barat dan Sulawesi bagian Tenggara. selain itu, batu kalsedon juga ditemukan di Pacitan, Jawa Timur. Dengan keunikan warna yang dimiliki oleh batu ini lah yang membuat batu cincin jenis ini mampu menjadi salah satu jenis batu cincin termahal yang diminati masyarakat.

4. Kalimaya (batu opal)
Batu yang juga biasa opal ini merupakan batu permata (gem) yang lembek, tapi banyak disukai orang. Harganya yang mahal menjadi salah satu aspek untuk menjadikan batu kalimaya menjadi batu cincin termahal pada artikel kali ini. Batu cincin ini bisa memancarkan cahaya bersinar seperti berlian. Batu Opal banyak ditemukan di India, Mesir, Australia dan Meksiko. Di Indonesia penambangan berada di Banten. Dengan bentuk dan wujudnya maka buan hal yang berlebihan jika kalimaya dianggap sebagai batu terindah di dunia.

5. Batu Cincin Idocrase 
Batu cincin idocrase merupakan salah satu jenis batu giok yang berasal dari Aceh dimana didalam satu bongkahan batu giok kadang terdapat sedikit batu idocrase yang indah. Batu Cincin idocrase ini merupakan batu cincin termahal selanjutnya yang merupakan batu berwarna lumut hijau atau kadang menyerupai warna solar, yakni cokelat kekuning-kuningan. idokras atau idocrase merupakan salah satu jenis permata yang sangat digemari dan diburu oleh kolektor permata baik dari masyarakat lokal maupun internasional. Popularitas permata jenis ini melejit karena dikabarkan salah satu petinggi negeri ini mengenakan cincin dengan permata jenis ini.

Demikianlan 5 Batu Cincin Termahal dan Terpopuler di Indonesia, semoga bermanfaat.
5 Batu Cincin Termahal dan Terpopuler di Indonesia | Lukman Arifin | 4.5